Rabu, 04 Desember 2019

Tugas 2 ETIKA PROFESI

ETIKA KEILMUAN

Seperti yang telah kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan bukanlah pengetahuan yang datang  dengan sendirinya seperti barang yang sudah jadi, karena ilmu pengetahuan memiliki suatu cara pemikiran yang khusus dengan pendekatan yang khas sehingga menghasilkan pengetahuan yang dapat dibagi, diuji dan dipertanggungjawabkan secara terbuka. Dan dalam dunia keilmuan juga mempunyai etika tersendiri untuk memperolehnya.
Setiap aspek kehidupan memiliki etika yang harus ditaati, demikian pula dalam kehidupan ilmiah memiliki etika yang biasa disebut dengan nama ”etika keilmuan” yang mencakup tentang nilai-nilai yang baik maupun yang buruk, dan mengenai hak serta kewajiban bagi seorang ilmuwan atau mahasiswa. Oleh karena itu kami menyusun makalah ini agar kita mampu memahami tentang etika keilmuan dan menerapkannya dalam kehidupan sosial terutama bagi kita sebagai seorang mahasiswa yang diharuskan mampu memahami dan menerapkan suatu ilmu dengan tepat.
  1. 1.      Etika Keilmuwan
Istilah etika keilmuwan mengantarkan kita pada kontemplasi mendalam, baik mengenai hakekat, proses pembentukan, lembaga yang memproduksi ilmu lingkungan yang kondusif dalam pengembangan ilmu, maupun moralitas dalam memperoleh dan mendayagunakan ilmu tersebut. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

Tugas 1 ETIKA PROFESI

KONSEP DAN ANALISA FILSAFAT DAN ETIKA 
Etika ini membicarakan seputar pertimabangan-pertimbangan tentang tindakan baik buruk, susila maupun asusila dalam hubungan antar manusia di jagad ini. Etika ini sendiri berasal dari bahasa Yunani ethos yang artinya watak kesusilaan atau adat. Sedangkan moral dari kata mores yang artinya cara hidup atau adat.
Moral dan etika ini sendiri memiliki perbedaan, yaitu dimana moral lebih menuju pada tindakan atau tingkah laku yang sedang dinilai, bisa juga berarti sebuah sistem ajaran tentang nilai baik atau buruk. Sedangkan etika merupakan pengkajian secara mendalam tentang sistem nilai yang ada, jadi etika adalah suatu ilmu yang merupakan cabang dari filsafat yang membahas sistem nilai (moral) yang berlaku di masyarakat.
Moral itu merupakan ajaran sistem nilai baik atau buruk yang diterima sebagaimana adanya yang sudah dianut sejak lama, tapi etika adalah kajian tentang moral yang sifatnya kritis atau rasional. Dalam sudut pandang ilmu istilah ajaran moral Jawa berbeda dengan etika Jawa dalam hal cakupan pembahasannya.
Umumnya etika dikelompokkan menjadi dua, yaitu etika deskrptif yang titik tekannya pada pada pengkajian ajaran moral yang berlaku, membicarakan tingkah laku baik buruk manusia dalam kehidupan bersama manusia lain. Yang kedua adalah etika normatif, merupakan kajian terhadap ajaran norma baik atau buruk sebagai sebuah fakta, tidak perlu menunjukkan alasan yang logis terhadap ajaran tersebut, cukup dengan merefleksikan mengapa hal tersebut merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan.

Rabu, 03 Juli 2019

Tugas 12 reklantas

PRESENTASE SURVEI LALU LINTAS 

Untuk dapat mengambarkan pola pergerakan pelaku perjalanan dalam suatu daerah studi perlu dilakukan Survey Asal-Tujuan (Origin-Destination Survey) yang bermanfaat untuk membuat Matriks Asal-Tujuan (MAT). Metode pencatatan license plate termasuk dalam salah satu dari beberapa metode survey asal-tujuan yang sangat sederhana namun membutuhkan waktu dalam pengolahan data hasil survey berupa pencocokkan data pencatatan antar pos pengamatan. Tujuan penulisan makalah ini adalah memberikan metode alternatif untuk mengolah data hasil survey asal-tujuan license plate untuk menghasilkan Matriks Asal-Tujuan (MAT) dengan mempergunakan beberapa fungsi dalam software Microsoft Excel. TINJAUAN PUSTAKA Model Sebaran Pergerakan Model Sebaran Pergerakan merupakan salah satu tahapan dalam model perencanaan transportasi empat tahap (MPTEP) yang merupakan pemodelan pergerakan antarzona. Pola pergerakan dalam sistem transportasi sering digambarkan dalam bentuk arus pergerakan (kendaraan, penumpang, dan barang) yang bergerak dari suatu zona asal menuju ke suatu zona tujuan di dalam daerah tertentu dan selama periode waktu tertentu (Tamin, 2000). MAT sering digunakan oleh perencana transportasi untuk menggambarkan pola pergerakan tersebut. MAT adalah matriks berdimensi dua yang berisi informasi mengenai besarnya pergerakan antarlokasi (zona) di dalam daerah tertentu. Baris menyatakan zona 1
asal dan kolom menyatakan zona tujuan, sehingga sel matriks-nya menyatakan besaran arus dari zona asal ke zona tujuan (Tamin, 2000). Survey Asal-Tujuan Menurut Austroads (1988) dan Robertson (1994) terdapat beberapa metode survey untuk mendapatkan data asal-tujuan untuk membuat MAT yaitu: Roadside interviews, metode ini umumnya dipergunakan untuk mengetahui informasi mengenai pola perjalanan eksternal (external travel). Metode ini mempunyai keunggulan karena surveyor dimungkinkan untuk menanyakan kepada responden tujuan dari perjalanan, termasuk zona asal dan zona tujuan. Kelemahan dari metode ini adalah dalam penerapannya membutuhkan bantuan dari petugas kepolisian untuk menghentikan sejumlah kendaraan tertentu, sehingga berdampak mengganggu kelancaran lalulintas terutama jika surveyor kurang trampil dalam melaksanakan tugasnya. Sehingga berpotensi menyebabkan pelaku perjalanan memilih rute lain untuk menghindari kemacetan. License plate surveys, metode ini sangat sederhana yaitu surveyor mencatat/merekam sebagian/seluruh plat nomor dan waktu kendaraan tersebut melintasi pos pengamatan. Salah satu kelemahan dari metode ini selain akurasi pencatatan (jika dilakukan secara manual) adalah pengolahan data hasil survey berupa pencocokkan data pencatatan antar pos pengamatan. Umumnya tidak lebih dari 60% data plat nomor kendaraan yang dapat ditelusuri asal-tujuannya dengan metode ini. Postcard/mail-back surveys, metode ini sesuai kondisi lalulintas yang padat sehingga tidak memungkinkan untuk menghentikan kendaraan terlalu lama untuk menanyakan beberapa pertanyaan kepada pelaku perjalanan.

Tugas 11 reklantas

PENAMPILAN DATA SURVEI LALU LINTAS

Contoh profil jam-an sepanjang hari (24 jam) dikawasan perkotaa
Data disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan data tersebut, seperti:
  • 15 menit ter padat,
  • Volume per jam,
  • jam puncak, merupakan saat terjadinya arus puncak dalam satu hari, biasanya di perkotaan terdapat dua puncak yaitu puncak pagi yaitu pada saat berangkat kerja/sekolah dan puncak sore pada saat pulang kerja,
  • volume harian, merupakan volume selama 24 jam,
  • volume rata-rata harian yang biasanya dihitung selama periode survei yang panjangnya 3 atau 4 hari yang kemudian di rata-ratakan
  • volume rata-rata harian dalam setahun,
  • Volume mingguan,
  • Volume bulanan.
Volume yang sifatnya detail, menitan, 15 menitan merupakan informasi yang diperlukan dalam penetapan waktu pada APILL, sedangkan volume harian rata-rata dalam setahun dibutuhkan dalam merencanakan jalan, sedangkan jam puncak digunakan untuk menentukan rasio volume per kapasitas.


Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandarlampung telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Flyover Pramuka-Teuku Cik Ditiro. Rekayasa ini untuk mengatur arus lalu lintas yang kerap mendapat keluhan dari masyarakat. 
Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Bandarlampung, Iskandar, mengatakan untuk kendaraan dari arah Jalan Pramuka menuju kota lewat Jalan Imam Bonjol langsung melewati jalan bawah flyover.
"Langsung lewat bawah, tidak wajib lewat kanan. Yang mau belok ke Pesawaran lewat belakang eks Terminal Pramuka. Lalu kendaraan dari Pesawaran mau ke Kemiling berputar baru naik flyover," kata Iskandar kepada rilis.id, Jumat (23/2/2018).
Dirinya menjelaskan, untuk kendaraan dari Jalan Teuku Cik Ditiro dari atas flyover menuju Jalan Pramuka itu berputar sedikit, masuk ke terminal nanti ada U-Turn baru bisa masuk pramuka," jelasnya. 
Namun, Iskandar mengaku rekayasa lalu lintas ini belum bisa diterapkan lantaran Dinas PU masih membuat median dan kanalisasi. "Masih dikerjakan oleh PU, jadi kita masih menunggu," katanya. 
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota M. Yusuf Kohar, mengatakan rekayasa lalu lintas disejumlah titik di Bandarlampung merupakan kebijakan baru darinya. 
"Kalau yang itu saya sudah koordinasi dengan Satlantas Polresta Bandarlampung . Kita tunggu saja hasil survei mereka seperti apa, baru nanti kita kaji bersama-sama," 

Tugas 10 reklantas

ANALISIA DATA SURVEI LALULINTA

 Merupakan survei untuk mengumpulkan data mengenai dimensi dan geometrik jalan, terdiri dari antara lain:
  • panjang ruas jalan;
  • lebar jalan;
  • jumlah lajur lalu lintas;
  • lebar bahu jalan;
  • lebar median;
  • lebar trotoar;
  • lebar drainase,
  • alinyemen horisontal;
  • alinyemen vertikal.
Bagian potongan melintang jalan ditunjukkan 
Observasi awal sangat membantu kelancaran pengumpulan data. Dalam perencanaan survei perlu memperhatikan komposisi kendaraan yang melintas. Perlu dibedakan pula antara kendaraan bermotor atau tidak bermotor. Geometrik jalan juga perlu diperhatikan agar dapat digunakan untuk menentukan kapasitas ruas jalan atau untuk menghitung kapasitas simpang. Terdapat beberapa formulir yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data arus.

Tugas 9 reklantas

MEGOLAH DATA SURVEI LALULINTAS

Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara survey lapangan, sedangkan data sekunder didapatkan dari instansi yang berwenang dalam penentuan kebijakan transportasi seperti Dinas Perhubungan dan Pemerintah Daerah.
Data primer yang diperlukan untuk analisis adalah:
Data kinerja lalu lintas saat ini, yang diukur dengan volume, kecepatan dan kepadatan lalu lintas;
Data penyebaran dan pembebanan perjalanan pada tiap ruas jalan dan simpang;
Volume lalu lintas saat ini dan akan datang sesuai dengan tahun rencana.
Data sekunder yang dapat diperoleh dari instansi terkait adalah :
Peta jaringan jalan dan peruntukan lahan (land use)
Data jumlah penduduk
Kondisi sosial ekonomi penduduk daerah studi
Kebijakan manajemen transportasi yang diterapkan
Data yang diperoleh dari hasil survey diharapkan dapat memberikan gambaran tentang keadaan yang ada di lapangan, sehingga data ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan sebagai berikut  :
Pemantauan ( monitoring ) ;
Prakiraan ( forecasting ) ;
Kalibrasi  ( calibration ) ;
Validasi  (validation ).
Persiapan Survey Lalu Lintas
Sebelum survey dilakukan terlebih dahulu dilakukan persiapan untuk mengetahui kondisi lapangan yang sebenarnya serta dapat mempermudah mendapatkan petunjuk tentang survey yang akan dilakukan.  Hal ini akan mempermudah pengisian formulir survey yang akan digunakan serta pembuatan jadwal survey, kemudian dilanjutkan dengan membuat perencanaan detail survey tentang  :
Pelaksanaan survey ;
Menentukan kendala – kendala baik tenaga kerja, material, peralatan maupun yang lainnya ;
Menyesuaikan metode dengan kondisi lapangan yang ada;
Kebutuhan terhadap logistik, dan lain – lain.
Agar survey dapat dilakukan dengan efisien berikut informasi yang dibutuhkan sebelum pelaksanaan survey :
Peta
Peta adalah adalah persyaratan awal untuk melaksanakan survey.
Waktu dan Durasi Survey
Waktu pelaksanaan survey dipengaruhi oleh aktvitas kegiatan masyarakat pengguna lalu lintas. Faktor-faktor yang harus diperhitungkan dan dipertimbangkan dalam penetapan waktu survey, antara lain mencakup :
Liburan Sekolah
Libur Musiman
Hari dalam Minggu (Waktu Kerja dan Waktu Istirahat)
Kondisi Iklim (Misalnya Musim Hujan)
Pekerjaan-pekerjaan Penanganan Jalan
Atas pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, juga pertimbangan ketersediaan dana, tenaga survey, alat survey, dan jadwal kegiatan proyek, maka survey dalam rangka pengumpulan data untuk kepentingan studi lalu lintas dan angkutan jalan dilaksanakan dengan penjadwalan yang disesuaikan.

Tugas 5 reklantas

STUDY EMPIRIS

Studi empiris adalah studi yang dilakukan berdasarkan data2 eksperimental hasil pengamatan, pengalaman, trial and error (uji coba), juga menggunakan ke 5 panca indera manusia (penglihatan, perasa, penciuman, pendengaran, sentuhan) dan bukan secara teoritis & spekulasi, lebih untuk ilmu pengetahuan dan penelitian


Pengertian empiris adalah suatu cara atau metode yang dilakukan yang bisa diamati oleh indera manusia, sehingga cara atau metode yang digunakan tersebut bisa diketahui dan diamati juga oleh orang lain. (Sugiyono : 2013)
Definisi empiris adalah suatu gagasan yang bersifat rasional yang dibentuk oleh individu melalui pengalamannya. (Izzatur Rusuli : 2015)
Pengertian penelitian empiris adalahpenelitian yang bersifat menjelajah (eksplorator), melukiskan (deskriptif) dan menjelaskan (eksplanator). (Hilman Hadikusuma : 1995)
Definisi penelitian empiris adalah penelitian yang berfokus meneliti suatu fenomena atau keadaan dari objek penelitian secara detail dengan menghimpun kenyataan yang terjadi serta menggembangkan konsep yang ada. (Amiruddin & Zainal Asikin : 2004)
Pengertian empiris dalam sejarah adalahsejarah tersebut merupakan kenyataan bukan mitos ataupun cerita dongeng semata karena sejarah punya sumber yang valid yang didasarkan kepada observasi yang mendalam.